PILKADA, KTP-el DAN DUKCAPIL

oleh Masnaidi.B,S.Kom,M.A.P

 

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Barat tanggal 9 Desember tahun 2020 yang akan datang sudah menjadi agenda rutin 5 tahunan di tengah demokrasi di Indonesia. Kali ini Sumatera Barat melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2020-2025 dan beberapa daerah juga melaksanakan pemilihan Bupati/Walikota pada saat yang bersamaan. Kota Padang Panjang kali ini hanya melaksananakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur karena Walikota Padang Panjang sudah dilaksanakan pada  tahun 2018 yang lalu.

 

Pelaksanaan Pilkada kali ini di Kota Padang Panjang mengikutsertakan 1.091 orang pemilih pemula yang baru berumur 17 tahun (sampai dengan tanggal 9 Desember di tahun 2020 ini). Bagi pemilih pemula, ini merupakan kali pertama mereka ikut berpartisipasi dalam demokrasi di Indonesia khususnya Pilkada Sumatera Barat. Dalam mengikuti Pilkada, dipersyaratkan untuk membawa KTP elektronik ke TPS dimana kita terdaftar sebagai pemilih (UU No 7 Tahun 2017 ttg Pemilu). Bagi pemilih pemula, kepemilikan KTP-el juga merupakan hak baru sebagai warga negara Indonesia yang diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 pasal 63 ayat 1 yang berbunyi “Penduduk Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap yang telah berumur 17 tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP-el”.

 

Penerbitan KTP-el merupakan kewenangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana telah diatur dalam UU No 24 tahun 2013 pasal 8 ayat 1 point c. Dinas Dukcapil Kota Padang Panjang dalam menerbitkan KTP-el, melakukan perekaman biometrik KTP-el terlebih dahulu. Perekaman biometrik ini merupakan langkah teknis untuk pencetakan KTP-el, dimana setiap penduduk direkam sidik jari, iris mata, foto, dan tanda tangan sebagai biodata diri. Biodata diri ini kemudian dilaksanakan penunggalan secara online ke Pusat Datacenter Kemendagri guna menjamin ketunggalan biodata diri setiap warga negara Indonesia. Setelah ditunggalkan baru dilakukan pencetakan oleh operator pada Dinas Dukcapil.

 

Dinas Dukcapil Kota Padang Panjang telah melakukan perekaman biometrik KTP-el ke Kelurahan-kelurahan yang ada dikota Padang Panjang sejak 5 Oktober 2020 yang lalu. Data penduduk wajib KTP yang belum melakukan perekaman sebanyak 1.091 orang disebarkan disertai dengan undangan ke masing-masing penduduk yang dikelompokkan menurut Rukun Tetangga (RT) dalam Kelurahan se-Kota Padang Panjang. Penduduk diundang untuk melakukan perekaman biometrik ke kelurahan dimana petugas perekaman Dukcapil menanti dengan peralatan perekaman lengkap. Bagi penduduk penyandang disabilitas dan yang sedang sakit akan didatangi langsung oleh petugas ke  rumah yang bersangkutan untuk dilakukan perekaman biometrik KTP-el. Dinas Dukcapil Kota Padang Panjang sampai dengan tanggal 22 November 2020 sudah berhasil merekam sebanyak 619 orang.

 

Masih ada 472 orang penduduk wajib KTP yang menjadi target perekaman biometrik Dinas Dukcapil Kota Padang Panjang. Perekaman ke kelurahan akan berlangsung sampai dengan tanggal 4 Desember 2020 nanti dan selanjutnya perekaman akan dilaksanakan di Kantor Dinas Dukcapil Kota Padang Panjang Silaing Bawah hingga tanggal 9 Desember. Seiring dengan itu Menteri Dalam Negeri mengeluarkan surat nomor : 270/12615/Dukcapil tanggal 20 November 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Dukcapil mendukung Pilkada Serentak di 9 Desember 2020. Surat Mendagri tersebut menjelaskan teknis pelayanan Dukcapil dalam mendukung Pilkada 2020 yang tahapannya seperti yang telah dilaksanakan oleh Dinas Dukcapil Kota Padang Panjang sejak 5 Oktober lalu. Saat ini Dinas Dukcapil telah mempersiapkan Instruksi Walikota sebagai upaya percepatan perekaman biometerik dalam mencapai target 472 orang penduduk wajib KTP belum rekam.

PILKADA, KTP-el DAN DUKCAPIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *