12 Kebijakan Dinas Dukcapil Memudahkan Masyarakat Memperoleh

Layanan Administrasi Kependudukan

 

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH menyampaikan  dalam forum virtual Dukcapil Menyapa Masyarakat pada Sabtu, 17 Juli 2021 yang lalu terdapat  12 kebijakan dukcapil memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan administrasi kependudukan. Kebijakan ini terus dikerjakan dan diperbaiki terus-menerus  agar layanan administrasi kependudukan bisa menjadi lebih mudah, akurat, dan lebih cepat selesai. 12 kebijakan tersebut yaitu:

  1. Single Identity Number (SIN)

SIN ini dimaksud agar penduduk Indonesia tidak boleh punya NIK lebih dari satu. Semangatnya setiap penduduk di Indonesia punya satu NIK satu identitas.

  1. Stelsel pelayanan Dukcapil bergeser dari pasif menjadi aktif

Maksudnya masyarakat harus aktif mengurus sendiri dokumennya jangan lewat calo. Dan pegawai Dukcapil juga aktif memberikan pelayanan jemput bola dengan merekam KTP-el ke rumah-rumah penduduk.

  1. Perubahan asas peristiwa menjadi asas domisili

Dulu pembuatan dokumen kependudukan berasaskan tempat terjadinya peristiwa. Yaitu pencatatan kematian, kelahiran, perkawinan, perceraian di tempat kejadian dan langsung diurus di kantor dinas terdekat. Sekarang tidak. Semua dokumen diurus sesuai dengan alamat KTP dan KK. Ini untuk memudahkan.

  1. KTP-el berlaku seumur hidup

KTP-el tidak perlu diganti bila tidak ada elemen data yang berubah.

  1. Semua pelayanan Adminduk tidak boleh dipungut biaya

Dulu layanan Administrasi Kependudukan berbayar, Namun sekarang layanan Administrasi Kependudukan gratis. Kalau masih membayar berarti kena pungli yakni membayar pada calo.

  1. Rekam cetak KTP-el di luar domisili

 

  1. Kebijakan layanan terintegrasi

Apabila mengurus akte kelahiran anak maka akan di dapat dokumen terkait, yaitu KIA dan KK baru dengan nama anak.

  1. Mendata warga yang meninggal dunia

Dukcapil terus mendata warga yang meninggal dunia dengan membuat Buku Pokok Pemakaman di setiap tempat pemakaman umum (TPU). Dengan melihat data pemakaman di TPU, maka petugas Dukcapil bisa langsung mencatat orang meninggal itu dalam data base kependudukan.

  1. Mengurus KTP cukup membawa fotokopi KK

warga yang mengurus KTP-el sudah sangat dimudahkan tanpa persyaratan Surat Pengantar RT/RW. Cukup membawa fotocopy KK

     10. Pindah penduduk tanpa pengantar RT/RW

Ini sudah sangat mudah karena data penduduk sudah ada di database sehingga cukup membawa fotokopi KK. Bila dalam satu KK itu tidak pindah semua, maka yang pindah diterbitkan surat pindah, yang masih tinggal domisili lama diterbitkan KK baru. Untuk itu tidak perlu persetujuan suami atau istri, tetapi untuk anak-anak perlu persetujuan ayah ibu. Sebab, lelaki dan perempuan di Indonesia memiliki derajat yang sama

     11.Kartu identitas untuk semua usia (KIA, dan KTP-el)

Mulai 2016 Indonesia mulai menerapkan kartu identitas anak (KIA) untuk anak usia nol sampai kurang 17 tahun, dan KTP-el untuk usia 17 tahun atau sudah menikah.

     12. Dukcapil go Digital

Pada 2019 Dukcapil meluncurkan Dukcapil go Digital ditandai dengan penerapan tanda tangan elektronik (TTE) pada dokumen kependudukan. Penerbitan dokumen kependudukan tidak terkendala lagi oleh ruang dan waktu. Kelanjutannya, dokumen kependudukan bisa dicetak mandiri dengan kertas putih biasa, kecuali KTP-el dan KIA.

12 Kebijakan Dinas Dukcapil Memudahkan Masyarakat Memperoleh Layanan Administrasi Kependudukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *