PELAYANAN PENDAFTARAN PENDUDUK

oleh Ramadia, S.Ds

 

Pendaftaran penduduk adalah pencatatan biodata penduduk, pencatatan atas laporan peristiwa kependudukan dan pendataan penduduk rentan Administrasi Kependudukan serta penerbitan Dokumen Kependudukan berupa kartu identitas atau surat keterangan kependudukan.

Setiap penduduk daerah wajib melaporkan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialaminya kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan memenuhi persyaratan yang di perlukan dalam pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

Adapun pelayanan pendaftaran penduduk terdiri dari:

  1. Pencatatan dan penerbitan biodata penduduk
  2. Penerbitan Kartu Keluarga (KK)
  3. Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el)
  4. Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA)
  5. Penerbitan Surat Keterangan Kependudukan
  6. Pendataan Peduduk Rentan Administrasi Kependudukan

Berikut penjelasan masing-masing pelayanan Administrasi Kependudukan

Pencatatan dan penerbitan biodata penduduk

Penduduk Warga Negara Indonesia wajib melaporkan kepeda Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota untuk di catatkan biodatanya. Warga Negara Indonesia yang datang dari luar negeri karena pindah, orang asing yang memiliki izin tinggal tetap wajib melapor kepada kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/ Kota untuk dicatatkan biodatanya. Pencatatan biodata penduduk dilakukan sebagai dasar pengisian dan pemutakhiran database kependudukan.

Syarat dan tata cara pencatatan dan penerbitan biodata penduduk adalah sebagai berikut:

Pencatatan Biodata Penduduk bagi Warga Negara Indonesia harus memenuhi syarat seperti dokumen atau bukti peristiwa  kependudukan dan peristiwa penting serta bukti pendidikan terahir. Setalah syarat terpenuhi petugas Dinas  Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan verifikasi dan validasi data penduduk. Kemudian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merekam data ke dalam database kependudukan untuk mendapatkan NIK melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Setelah yang bersangkutan mendapatkan NIK,  kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitkan dan menandatangani dokumen biodata penduduk tersebut.

Pencatatan biodata penduduk WNI yang datang dari luar negeri karena pindah harus memenuhi syarat seperti, dokumen perjalanan Republik Indonesia dan surat keterangan pindah dari perwakilan Republik Indonesia. Tata cara pencatatan biodata penduduk WNI yang datang dari luar negeri karena pindah yaitu penduduk mengisi dan menandatangani formulir biodata Penduduk WNI, selanjutnya petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan verifikasi dan validasi data penduduk, menandatangani formulir biodata penduduk dan merekam ke dalam database kependudukan untuk mendapatkan NIK. Setelah yang bersangkutan mendapatkan NIK, kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitan dan menandatangani biodata penduduk.

Adapun tata cara Pencatatan biodata penduduk Orang asing yamg memiliki izin tinggal terbatas dan orang asing yang memiliki izin tinggal tetap adalah orang asing yang memiliki izin tinggal terbatas mengisi dan menandatangani formulir biodata orang asing tnggal terbatas, sementara orang asing yang memiliki izin tinggal tetap mengisi dan menandatangani formulir biodata orang asing tinggal tetap. Selanjutnya Dinas Kependudukan dan Penacatatan sipil Kabupaten/ Kota melakukan verifikasi dan vaidasi data penduduk, menandatangani formulir biodata orang asing dan merekam ke dalam database kependudukan untuk mendapatkan NIK. Setelah mendapatkan NIK, kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Kabupaten/ kota menerbitkan dan menandatangani biodata Orang Asing.

Perubahan biodata penduduk bagi WNI, orang asing yang memiliki izin tinggsl terbatas dan orang asing yang memiliki izin tinggal tetap yang mengalami peristiwa penting di luar wilayah Republik Indonesia wajib dilaporkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil paling lambat 30 hari kerja sejak kembali ke Repubik Idonesia.

Penerbitan Kartu Keluarga

Kartu Keluarga adalah kartu identitas keluarga yang memuat data tentang nama, susunan dan hubungan dalam keluarga serta identitas anggota keluarga. Penduduk Warga Negara Indonesia dan orang asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap wajib melaporkan susunan keluarga kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai daasar untuk penerbitan Kartu Keluarga.

Penerbitan Kartu Keluarga baru untuk Warga Negara Indonesia harus memenuhi persyaratan seperti buku nikah/ kutipan akta perkawinan atau kutipan akta perceraian, Surat keterangan Pindah/ surat keterangan pindah datang bagi penduduk yang pindah dalam wilayah NKRI, Surat keterangan Pindah Luar Negeri bagi WNI yang datang dari luar wilayah NKRI karena pindah, surat keterangan pengganti tanda identitas bagi penduduk rentan Administrasi kependudukan, petikan keputusan presiden tentang pewarganegaraan dan berita acara pengucapan sumpah atau pernyataan janji bagi WNI yang semula berkewargaan asing.

Sementara Kartu Keluarga baru untuk penduduk Orang Asing harus memenuhi persyaratan seperti izin tinggal tetap, buku nikah/ kutipan akta perkawinan atau kutipan akta perceraian, dan surat keternagn pindah bagi penduduk yang pindah dalam wilayah NKRI. Untuk penerbitan Kartu Keluarga karena adanya perubahan elemen data cukup melampirkan Kartu Keluarga lama dan surat keterangan atau bukti perubahan peristiwa penting.

Dan untuk penerbitan Kartu Keluaga karena hilang atau rusak bagi penduduk WNI harus memenuhi persyaratan seperti Surat keterangan kehilangan dari kepolisian atau KK yang rusak dan KTP-el. Untuk Orang Asing ditamabha dengan Kartu Izin Tinggal Tetap.

Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik

Kartu Tanda Penduduk Elektronik adalah kartu tanda penduduk yang dilengkapi cip yang merupakan identitas resmi penduduk sebagai bukti diri yang di terbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/ Kota. Penduduk Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap yang telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP-el, Orang Asing wajib melaporkan perpanjangan masa berlaku atau mengganti KTP-el kepada Instansi Pelaksana paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal masa berlaku Izin Tinggal Tetap berakhir. Penduduk yang telah memiliki KTP-el wajib membawanya pada saat bepergian.

Penerbitan KIA

Kartu Identitas Anak Adalah adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/ Kota”. Tujuan diterbitkannya Kartu Identitas Anak adalah untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga Negara.

Pendaftran Peristiwa Kependudukan

Pendaftaran peristiwa kependudukan terdiri dari pendaftaran pindah datang penduduk Warga Negara Indonesia, Pendaftaran pindah Datang orang asing dan pendaftaran pindah antar Negara. Persyaratan dan tatacara pendaftaran perpindah penduduk WNI dalam daerah dilakukan dengan memperhatikan klasifikasi perpindahan penduduk yang  terdiri atas :

  1. Dalam satu kelurahan
  2. Antar kelurahan dalam satu kecamatan
  3. Antar kecamatan dalam daerah
  4. Antar kabupaten/kota dalam provinsi
  5. Antar provinsi

Pendataan Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan

Dinas Kependuduan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/ Kota melakukan pendataan penduduk rentan Administrasi Kependudukan yang meliputi :

  • Penduduk korban bencana alam
  • Penduduk korban bencana sosial
  • Orang terlantar
  • Komunitas terpencil

Hasil pendataan ini digunakan sebagai dasar penerbitan surat keterangan kependudukan untuk penduduk rentan Administrasi Kependudukan.

PELAYANAN PENDAFTARAN PENDUDUK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *