KIA, Perlukah….?

oleh Masnaidi.B,S.Kom,M.A.P

Anak merupakan buah hati dari ungkapan rasa kasih sayang kedua orang tua dan keluarga besarnya. Dari masa dalam kandungan semua orang menanti dan menjaga sang anak dengan memperhatikan asupan gizi ibunya, pemeriksaan kesehatan rutin secara berkala dan terukur sampai pada saat melahirkan. Setelah lahir sang anak diberikan perawatan dan kasih sayang terbaik mulai dari imunisasi bertahap, asupan gizi yang cukup, pengembangan kecerdasan anak dan perlindungan maksimal kepada anak. Bahkan sebahagian orang tua dan keluarga memberikan jaminan kesehatan, pendidikan dan masa depan anak dengan mendaftarkan dalam sebuah jaminan/asuransi. Demikian besarnya harapan yang tertumpang pada sang anak sehingga semua kebutuhan dan jaminan dipenuhi oleh orang tua dan keluarga.

Pemerintah memfasilitasi dan memberikan jaminan kepada anak-anak Indonesia untuk mendapatkan kebutuhan gizi, kesehatan, pendidikan, pertumbuhan kecerdasan, status hukum dan jaminan perlindungan anak. Pemerintah membentuk suatu Lembaga khusus yang menangani perlindungan anak dibawah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bahkan membentuk lembaga negara Komisi Perlindungan anak Indonesia (KPAI). Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat.

Pemerintah memberikan jaminan status hukum kepada anak yang lahir melalui pencatatan sipil pada setiap peritiwa kependudukan. Begitu lahir maka pemerintah akan mencatat dalam dokumen negara berupa akte kelahiran dan Kartu Idnetitas Anak. Kartu identitas anak merupakan identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Pasal 1 ayat 7 Permendagri No 2 Tahun 2016).

Kartu Identitas Anak (KIA) ini berisi biodata diri anak berupa NIK, Nama, Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Nomor Kartu Keluarga, Nama Kepala Keluarga, Nomor Akte Kelahiran, Agama, Kewarganegaraan, Alamat lengkap dan Foto (bagi yang berusia 5 tahun keatas). Dapat dipastikan anak yang memiliki KIA sudah terdaftar dalam database kependudukan dan bisa diakses secara online di-outlet pelayanan publik secara luas. Biodata diri pada KIA merupakan hasil olahan data yang bersumber pada Database Kependudukan. KIA memberikan manfaat yang luas bagi anak dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari terutama jika berada diluar rumah dan saat berpergian. Sama halnya dengan KTP pada orang dewasa, KIA memudahkan semua aktifitas anak dan memberikan rasa aman dalam aktifitas tersebut. Dengan demikian KIA akan memberikan kepastian hukum kepada anak dan sekaligus memberikan perlindungan kepada anak dari tindakan-tindakan yang melawan hukum.

Pada 15 September 2020 yang lalu, Dinas Dukcapil Kota Padang Panjang telah menyampaikan data 5.182 anak yang belum memiliki KIA kepada Camat, Lurah dan RT se-Kota Padang Panjang. Pas foto dan fotocopy akta kelahiran perlu segera dilengkapi oleh masing-masing orangtua anak sebagai persyaratan dalam pencetakan KIA.

Dari 5.182 anak, 896 orang diantaranya berumur dibawah 5 tahun. Bagi mereka sesuai dengan pasal 3 ayat 2 Permendagri No.2 Tahun 2016 hanya disyaratkan fotocopy Akta Kelahiran. Sisanya sebanyak 4.286 anak lagi, juga dilengkapi dengan pas foto.

Kepemilikan KIA sudah mengalami peningkatan sebesar 11,19% dari bulan Februari tahun 2020 dari 70,00% menjadi 79,95% pada bulan Desember tahun 2020. Pencapaian ini merupakan peringkat tertinggi capaian kepemilikan KIA se-Sumatera Barat tahun 2020. Pencapaian kepemilikan KIA Dukcapil Kota Padang Panjang ini sudah jauh melampaui target capaian nasional sebesar 20%. Semoga capaian kepemilikan KIA ini akan semakin meningkatkan perlindungan kepada anak-anak warga Kota Padang Panjang.

KIA, Perlukah….?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *